Untitled Mind
Rabu, 30 Juli 2008
Sebenarnya ada banyak hal yang ingin gw ceritain, tapi entah knapa ga ada satupun yg mampu gw tuangkan ke dalam tulisan.
Satu preseden buruk, untuk individu yang (malangnya) bukanlah seorang yg verbal.
Seperti gw.
Padahal gw pernah belajar gimana caranya mengungkapkan pemikiran.
Gimana rasanya berbicara di depan orang banyak. Di depan orang nomor satu di perusahaan. Meski hanya untuk menceritakan tentang diri gw.
Ahh....ya....
Mungkin itu salah satu prestasi yang pernah gw raih.
Bukan finalis olimpiade fisika, juara harapan kontes robot cerdas, atau pemain terbaik selama turnamen futsal.
Setidaknya saat ini gw bersyukur. Karena akhirnya gw punya “buku catatan”, yg gw beli dengan hasil keringat sendiri. Sehingga gw ga perlu lagi menulis pajang lebar di kertas folio, sebelum nantinya diketik di luar rumah, cuma untuk membuat satu postingan yang pada akhirnya belum tentu di publish. Karena alasan “ketidak layakan” untuk dikonsumsi publik.
Begitulah.
Tumpukan kertas berisi curhatan di lemari gw kemungkinan ga akan bertambah lagi ketebalannya. Setelah 6 tahun, sudah saatnya bagi mereka untuk “pensiun”. Ter “digitalisasi” oleh waktu.
*uhh...hiperbol banget*
Jauh lebih penting daripada itu, saat ini gw ga perlu bingung lagi saat harus mengerjakan tugas yg berhubungan dengan program. Ga perlu nyampah lagi di komputer orang yg mungkin ngerasa keganggu dengan situasi itu. Yang paling utama sebenernya adalah:
Finally, gw bisa mempraktekkan apa yg udah pernah gw dapet selama kuliah, kapanpun ketika gw menginginkan, di rumah gw sendiri.
Ironis memang. Mahasiswa IT, tetapi komputer menjadi barang yang langka di kediamannya.
Tp sudahlah, toh saat ini semua udah berubah.
Skarang saatnya gw mengejar ketertinggalan. Saatnya gw mempelajari software2 yang dulu sebenarnya gw gemari, tp terpaksa gw kubur minat gw untuk mengenal lebih jauh karena keterbatasan.


0 Comments:
Post a Comment
<< Home